“Saya menyebut Toxic Teacher untuk guru yang menjadi racun penghancur motivasi anak didik.”
Toxic Teacher ini akan menimbulkan kekecewaan dari berbagai pihak, mulai dari pihak sekolah, orang tua, khususnya anak didik. Kekecewaan ini muncul karena pihak sekolah, orang tua dan anak didik tidak mendapatkan apa yang diharapkan sesuai tujuan.
Mengapa bisa menjadi Toxic Teacher?
Alasan utama adanya Toxic Teacher bisa jadi karena mereka mengajar bukan karena cita-citanya menjadi guru. Pertimbangan mereka mau menjalankan profesinya saat ini sebagai teacher semata “Daripada saya nganggur, tidak apa-apa dech, dengan terpaksa saya jalanin profesi sebagai guru”.
Jangan-jangan di lingkungan kita ada juga Toxic Teacher. Coba yuk, kita kenali karakter dengan ciri-cirinya sebagai berikut.
Mengenali ciri-ciri Toxic Teacher bisa menjadi refleksi diri dan tim, agar diri kita mampu menghindari ciri-ciri tersebut. Dan agar tim kerja kita juga terjauhkan dari para Toxic Teacher, yang jangankan memberikan inspirasi namun justru akan menularkan energi negatif.
oleh: Ida Aya Sophia, M.Pd
-Penulis Buku Toxic Teacher-
Kereeen...
Insya Allah dan semoga semua guru ASIS terhindar dari menjadi toxic teacher.